Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa perantauan di Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Memasuki dunia perkuliahan, khususnya sebagai mahasiswa perantauan, merupakan periode transisi yang penuh dengan tantangan unik yang dapat menjadi sumber stres signifikan, mulai dari adaptasi budaya, kemandirian finansial, hingga tekanan akademik. Dukungan sosial secara teoretis dipandang sebagai faktor protektif utama yang dapat memitigasi dampak negatif dari stresor tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 27 mahasiswa perantauan Jurusan BKI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk mengukur variabel dukungan sosial (independen) dan tingkat stres (dependen), kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Teknik analisis data mencakup uji asumsi klasik (normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas) dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, memiliki hubungan linear, dan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap tingkat stres mahasiswa perantauan, dengan nilai signifikansi p=0.190 (dimana p>0.05). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.068 mengindikasikan bahwa dukungan sosial hanya mampu menjelaskan 6.8% variasi dalam tingkat stres. Berdasarkan temuan ini, hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Temuan yang tidak signifikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh keterbatasan metodologis, terutama ukuran sampel yang sangat kecil yang mengurangi kekuatan statistik penelitian, serta potensi adanya variabel lain yang lebih dominan seperti resiliensi dan strategi koping individu yang tidak diukur dalam model ini.
Copyrights © 2025