Bentuk obat tradisional yang umum digunakan adalah rebusan jamu dari tanaman segar, khususnya ramuan jahe merah, jeruk nipis, dan kayu manis untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bahan tambahan untuk kesegaran jamu adalah jeruk nipis. Meskipun bisa digunakan tanaman segar, bahan tersebut cepat membusuk jika tidak segera dipakai. Obat tradisional dari tanaman dalam bentuk simplisia lebih unggul dibandingkan tanaman segar dalam standarisasi kualitas farmasetik. Penelitian ini menetapkan parameter spesifik dan non spesifik pada simplisia buah jeruk nipis untuk mendapatkan parameter yang konstan. Buah jeruk nipis dikumpulkan dari Pasar Tradisional Cikarang, Bekasi, sebagai bahan penelitian. Proses pembuatan simplisia dilakukan dengan pengeringan menggunakan food dehydrator pada suhu 60℃ selama 48 jam, menghasilkan simplisia kering berwarna jingga-kecoklatan, berbau khas jeruk nipis, dan rasa asam sedikit pahit. Sampel berbentuk irisan panjang 3,7 cm dan lebar 3,2 cm, dengan serbuk berwarna sama yang terasa sedikit lengket. Fragmen pengenal meliputi perikarpium, berkas pengangkut dengan penebalan tangga, rambut penutup, endosperm, parenkim endokarpium, kristal kalsium oksalat prisma, dan tetes minyak. Identifikasi kimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Nilai susut pengeringan 8,3%; ALT 5,5 ? 102 ???/?; AKK yaitu < 1 ? 101 ???/?
Copyrights © 2025