Pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara menghadapi tantangan besar terkait kekurangan air dan efisiensi sistem irigasi konvensional. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengabdian masyarakat dengan penerapan teknologi irigasi tetes otomatis berbasis IoT dan digital marketing pada Kelompok Taruna Tani (KTT) Jabalfarm Milenial. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa teknologi ini mengurangi penggunaan air hingga 50% dan meningkatkan hasil panen cabai sebesar 25%. Tantangan utamanya adalah adaptasi masyarakat terhadap teknologi baru, yang memerlukan dukungan teknis berkelanjutan. Pengembangan pemasaran digital juga diperlukan untuk meningkatkan penjualan. Teknologi ini efektif dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan produktivitas dengan dukungan yang tepat.
Copyrights © 2025