Kepadatan kandang merupakan salah satu faktor manajerial yang secara langsung mempengaruhi performa, kesejahteraan, dan parameter fisiologis ayam broiler. Sistem Closed House menawarkan kontrol lingkungan yang optimal sehingga memungkinkan penerapan kepadatan tinggi tanpa mengorbankan kesehatan ayam. Meskipun demikian, batasan kepadatan optimal yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi hematologis ayam broiler masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kepadatan kandang terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam broiler strain Ross dalam sistem pemeliharaan Closed House. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan kepadatan yaitu 8, 10, dan 12 ekor/m²; masing-masing terdiri atas lima ulangan. Data dianalisis dengan metode analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05) dari tingkat kepadatan terhadap ketiga parameter hematologi yang diamati. Temuan ini menunjukkan bahwa ayam broiler mampu beradaptasi dengan rentang kepadatan 8–12 ekor/m² tanpa mengalami gangguan fisiologis yang berarti. Faktor pengelolaan lingkungan dalam sistem Closed House berperan krusial dalam mempertahankan stabilitas hematologis ayam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan kepadatan kandang 8–12 ekor/m² pada sistem Closed House masih berada dalam batas aman dan tidak memengaruhi status hematologi ayam broiler strain Ross.
Copyrights © 2025