Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi ambang normal. Tingginya angka penderita diabetes mendorong pengembangan pengobatan alternatif berbasis bahan alam. Salah satu tanaman potensial adalah buah dewandaru (Eugenia uniflora) yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan asam fenolat yang diketahui memiliki efek hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol buah dewandaru dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental Pretest-Posttest Only Control Group Design. Ekstrak buah dewandaru diperoleh melalui metode maserasi dan diberikan pada 24 ekor mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok (masing-masing 6 ekor). Kelompok 1 (kontrol negatif) hanya menerima aloksan, kelompok 2 (kontrol positif) menerima glibenklamid 5 mg, kelompok 3 menerima ekstrak 100 mg/kgBB, dan kelompok 4 menerima ekstrak 200 mg/kgBB. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-3 (pretest) dan hari ke-14 (posttest) menggunakan glukometer. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired T-Test menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah yang signifikan (p < 0,05) pada kelompok mencit yang diberi ekstrak 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak buah dewandaru berpotensi sebagai agen antidiabetes alami, sehingga penelitian lanjutan untuk isolasi senyawa aktif dan uji keamanan jangka panjang sangat dianjurkan.
Copyrights © 2025