Di era globalisasi dan digitalisasi yang pesat, akses terhadap informasi dan layanan keuangan menjadi lebih mudah dan luas. Namun dibalik kemudahan tersebut terdapat peningkatan risiko dalam berbagai bentuk penipuan. Dengan melihat kondisi ini maka Pendidikan anti fraud sejak dini menjadi semakin penting. Di era digitalisasi dan kemudahan akses informasi seperti sekarang ini juga, generasi muda khususnya pelajar kerap menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan keuangan yang memanfaatkan kurangnya pemahaman mereka terhadap risiko dan tanda-tanda penipuan. Ketidaktahuan ini tidak hanya merugikan pribadi siswa, namun juga menimbulkan pola berpikir dan perilaku yang tidak sehat dalam pengelolaan keuangan di masa depan. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman terkait tindakan fraud. Setelah peserta didik diberikan pemahaman, tujuan berikutnya berkenaan dengan pendidikan karakter anti fraud. Dengan pendidikan yang tepat, siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan keuangan dunia nyata dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi, menghindari dan melaporkan penipuan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan sosialisasi dan diskusi yang melibatkan siswa/siswi SMA katolik Sint Carolus Kota Kupang kelas X dan XI. Hasil dari kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pemahaman tentang anti fraud, peningkatan pemahaman tentang bentuk-bentuk tindakan fraud dalam praktek keuangan, dan peningkatan pemahaman tentang bahaya dan akibat dari tindakan fraud.
Copyrights © 2025