Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 1, No 1 (2017)

ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO GUBERNUR SUMATERA SELATAN DALAM SERI KUMPULAN PIDATO “RAKYAT HARUS SEJAHTERA

Ramsiah Ramsiah (SMA Negeri 6 Palembang)



Article Info

Publish Date
28 Oct 2017

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi dalam menyembunyikan makna berdasarkan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro dan ideologi yang tersembunyi pada pidato Gubernur Sumatera Selatan pada Seri Kumpulan Pidato “Rakyat Harus Sejahtera” melalui pendekatan analisis wacana kritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan  teknik analisis isi. Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, ditemukan makna ideologi kerakyatan, idelogi sosialisme, dan ideologi nasionalisme terhadap pidato Gubernur Sumatera Selatan. Kedua, strategi yang digunakan Gubernur Sumatera Selatan untuk “menyembunyikan” pemaknaan pada ideologi kerakyatan, idelogi sosialisme, dan ideologi nasionalisme adalah melalui elemen-elemen pada struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Makna ideologi kerakyatan ditunjukkan dengan menguraikan kalimat yang bernada gemilang, maju, pintar, sejahtera, aman, dan tentram. Selain itu, makna ideologi sosialisme ditunjukkan dengan menguraikan kalimat yang bermakna saling menghargai dan menghormati. Makna ideologi nasionalisme ditunjukkan dengan menguraikan kalimat dengan yang bermakna jujur, adil sportivitas, dan menuju masa depan yang gemilang. Kata Kunci: ideologi, wacana kritis, struktur makro, superstruktur, struktur mikro

Copyrights © 2017