Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 1, No 1 (2017)

KEBERADAAN “BAHASA GAUL” DALAM KOMUNIKASI KAWULA MUDA

Mufliha Mufliha (Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) Sumatera Selatan.)



Article Info

Publish Date
28 Oct 2017

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan keberadaan “bahasa gaul” dalam komunikasi kawula muda. Sumber data diperoleh dari novel Lupus “Bunga untuk Poppi” karya Hilman dan majalah remaja pria Hai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan memasukkan kosakata “gaul” ke dalam tabel masing-masing sesuai dengan sumber data. Lalu, kosakata “gaul” itu dikelompokkan lagi ke dalam  jenis ragam lisan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dari novel Lupus, terdapat 47 kosakata “gaul” yang dipakai oleh kawula muda dalam berkomunikasi. Dari jumlah itu, sebagian besar kosakata itu merupakan ragam lisan yang termasuk ke dalam jenis (a) kata-kata atau akronim yang diciptakan sendiri, yakni 32 buah, (b) kata-kata baku yang diberi arti lain, yakni 13 buah, dan (c) penyisipan bunyi –ok, yakni 2 buah. Selanjutnya, dari majalah remaja pria Hai terdapat 40 kosakata “gaul” yang dipakai. Dilihat dari kosakata yang ada, sebagian besar kosakata itu merupakan ragam lisan yang termasuk dalam jenis (a) kata-kata atau akronim yang diciptakan sendiri, yakni 30 buah, (b) kata-kata baku yang diberi arti lain, yakni 8 buah, dan (c) penyisipan bunyi –ok, yakni 2 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawula muda menggunakan “bahasa gaul” dalam berkomunikasi, umumnya kawula muda yang tinggal di perkotaan. Kosakata “gaul” yang dipakai kebanyakan adalah kosakata yang merupakan kata-kata yang diciptakan sendiri, kata-kata baku yang diberi makna lain, dan penyisipan bunyi -ok. Kata kunci: bahasa gaul, komunikasi, kawula muda

Copyrights © 2017