Evaluasi kerapatan jaringan stasiun hujan merupakan aspek kritis dalam pemantauan hidrologi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecukupan kerapatan jaringan 17 stasiun hujan dan satu stasiun pencatat tinggi muka air di Sub-DAS Wonosari, Jawa Timur, Indonesia, berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO). Studi ini menggunakan data curah hujan dan debit air periode 2013-2022, dengan metode analisis meliputi uji konsistensi menggunakan Double Mass Curve Analysis dan RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums), serta analisis kerapatan jaringan menggunakan metode Stepwise dan Poligon Thiessen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Kejayan memiliki korelasi tertinggi dengan stasiun pencatat tinggi muka air (R=0,712). Kombinasi optimal lima stasiun (Ancar, Klabang, Pinang Pait, Sumber Dumpyong, dan Sukokerto) menghasilkan koefisien korelasi yang sangat kuat (R=0,998). Distribusi stasiun yang ada dinilai belum optimal karena beberapa stasiun memiliki cakupan area yang terlalu kecil (7,83-79,43 km²). Penelitian ini merekomendasikan rasionalisasi jaringan menjadi lima stasiun hujan dengan distribusi merata untuk mengoptimalkan pemantauan hidrologi sekaligus menjaga kualitas data dan efisiensi operasional.
Copyrights © 2025