Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh overconfidence, anxiety traits, dan risk tolerance terhadap keputusan investasi Generasi Z, serta menguji peran financial literacy sebagai variabel moderasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overconfidence dan risk tolerance berpengaruh positif terhadap keputusan investasi, sedangkan anxiety traits (kecamasan) berpengaruh negatif. Temuan paling menarik adalah bahwa financial literacy justru melemahkan hubungan risk tolerance dengan keputusan investasi. Hasil ini bertentangan dengan hipotesis awal dan pandangan umum bahwa literasi keuangan selalu meningkatkan keberanian berinvestasi. Penjelasan temuan ini dapat dikaitkan dengan expected utility theory, di mana individu rasional dengan literasi keuangan tinggi lebih berhati-hati karena memahami potensi risiko dan kerugian. Temuan ini memberikan perspektif baru bahwa literasi keuangan bukan hanya meningkatkan kemampuan mengambil keputusan investasi, tetapi juga dapat menumbuhkan sikap kehati-hatian yang berlebihan sehingga mengurangi kecenderungan mengambil risiko. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini penting bagi lembaga keuangan, regulator, dan program edukasi keuangan agar materi literasi tidak hanya menekankan risiko, tetapi juga membangun kepercayaan diri yang terukur dalam berinvestasi.
Copyrights © 2025