Psikotropika merupakan zat yang bekerja secara selektif pada sistem saraf pusat dan dapat memengaruhi perilaku, perasaan, serta pikiran seseorang. Penggunaan psikotropika secara berlebihan dapat menimbulkan risiko ketergantungan, namun dalam dosis dan indikasi medis tertentu, zat ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi gangguan kecemasan dan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek relaksasi dari empat jenis senyawa psikotropika, yaitu estazolam, alprazolam, zolpidem, dan doxylamine succinate, dibandingkan dengan kontrol (NaCMC 0,5%) dan tanaman herbal Justicia gendarussa terhadap hewan uji mencit jantan menggunakan metode Forced Swim Test. Parameter yang diamati adalah durasi swimming (aktivitas motorik aktif) dan floating (imobilitas) selama 6 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok estazolam memiliki efek sedatif paling kuat dengan rata-rata durasi swimming 1427 detik dan floating 373 detik. Zolpidem dan doxylamine succinate menunjukkan efek sedang, dengan durasi floating 883,5 detik dan 900 detik. Sementara alprazolam menghasilkan efek yang lebih ringan. Menariknya, kelompok Justicia gendarussa menunjukkan durasi floating tertinggi (1708 detik), bahkan lebih tinggi dari kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua zat yang menyebabkan imobilitas bersifat sedatif terapeutik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pemanfaatan zat aktif secara selektif dalam pengembangan terapi gangguan tidur atau kecemasan berbasis farmakologi maupun herbal..
Copyrights © 2025