Latar belakang: Stroke infark merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menyebabkan mortalitas dan disabilitas fungsi tubuh pasien. Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen atau sementara pada fungsi kognitif, motorik, dan sensorik pasien. Salah satu masalah utama yang sering muncul pada pasien stroke adalah risiko perfusi serebral yang tidak efektif, yang dapat memperburuk kondisi neurologis pasien dan meningkatkan risiko komplikasi. Perfusi serebral yang tidak efektif dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, hipoksia otak, dan memperparah defisit neurologis. Oleh karena itu, di IGD, penatalaksanaan cepat diperlukan untuk mencegah komplikasi, termasuk pemantauan tekanan intrakranial, stabilisasi hemodinamik, dan terapi suportif. Tujuan: Mendeskripsikan pengelolaan masalah perfusi serebral dan gangguan komunikasi verbal pada pasien dengan stroke infark di IGD. Laporan kasus: Seorang pasien perempuan, 62 tahun, datang ke IGD dengan keluhan kesulitan bicara sejak pagi dan riwayat hipertensi. Pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 166/45 mmHg, nadi 104x/menit, dan pernapasan 22x/menit. Hasil pemeriksaan neurologis menunjukkan bibir pasien miring ke kiri, bicara tidak jelas, serta terdapat hasil radiologi yang menunjukkan tanda-tanda stroke iskemik. Hasil: Masalah keperawatan utama yang muncul adalah risiko perfusi serebral tidak efektif . Penatalaksanaan yang dilakukan mencakup manajemen peningkatan tekanan intrakranial, pemantauan status hemodinamik. Simpulan: Evaluasi yang harus diperhatikan dalam penanganan stroke infark meliputi tingkat kesadaran pasien, perfusi serebral, serta efektivitas komunikasi yang dilakukan selama perawatan. Kolaborasi dengan tim medis sangat diperlukan untuk memastikan terapi yang diberikan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2025