Produksi kopi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 4% pada tahun 2022, dengan total mencapai 794,8 ribu ton. Namun, pertumbuhan ini juga berdampak negatif terhadap lingkungan, khususnya dalam menyumbang 48% emisi karbon dioksida akibat limbah ampas kopi yang sulit terurai dan menghasilkan gas metana. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah ampas kopi menjadi material baru yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Berdasarkan data Pemerintah Kota Surabaya tahun 2023, terdapat 175 kafe yang turut menyumbang limbah ampas kopi, menunjukkan adanya tren peningkatan yang signifikan dan perlunya solusi pengolahan yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang meliputi observasi terhadap perlakuan optimal bagi ampas kopi, pengujian kontras pencahayaan, serta studi karakteristik material terhadap sumber cahaya. Fokus utama penelitian adalah mengeksplorasi potensi visual dan fungsional ampas kopi yang dicampur dengan resin, terutama karakteristik serbuk kopi yang memancarkan cahaya saat dikenai iluminasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material komposit berbahan dasar ampas kopi dan resin dapat dimanfaatkan sebagai lampu hias yang tidak hanya berfungsi sebagai pencahayaan, tetapi juga menciptakan suasana hangat dan nyaman melalui pendaran cahaya khas dari karakter alami ampas kopi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya peningkatan nilai guna limbah kopi sekaligus mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Copyrights © 2025