Penelitian ini mengkaji penerapan Desain Berbasis Aktivitas dalam revitalisasi pasar tradisional untuk mendukung fungsi, keberlanjutan, dan nilai budaya. Pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekonomi, tetapi juga sebagai pusat sosial dan budaya yang berakar pada tradisi lokal. Melalui pendekatan 5P—Produk, Tempat, Pelaku, Proses, dan Penguatan Spesialisasi Lokal ini merancang strategi yang menyesuaikan ruang dengan aktivitas sehari-hari pengguna. Integrasi nilai kearifan lokal dan partisipasi masyarakat mendorong efisiensi ruang, kesadaran lingkungan, serta pelestarian identitas pasar. Temuan menunjukkan pentingnya desain yang berfokus pada pengguna agar pasar hasil revitalisasi tetap relevan secara budaya dan inklusif secara sosial. Pendekatan ini menjadi referensi bagi arsitek dan perancang kota dalam menciptakan ruang publik yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada komunitas.
Copyrights © 2025