Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak dari brain rot terhadap kemampuan berpikir kritis anak berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penyajian data menggunakan deskriptif naratif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan usia 7-11 tahun memiliki minat tinggi terhadap sosial media terutama konten digital. Namun hal ini berdampak pada kemampuan berpikir anak, anak menjadi kesulitan menghafal, menyusun kalimat dan berpikir kritis. Anak cenderung mudah menghafal dan melafalkan tokoh-tokoh konten. Hal ini berbanding terbalik dengan teori perkembangan kognitif menurut Piaget yang menyatakan bahwa anak dengan usia 7-11 tahun dapat berpikir logis, menunjukkan kemampuan konservasi dan memecahkan masalah.
Copyrights © 2025