Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku rotan di Galeri kerajinan rotan di Desa Piantus menggunakan metode EOQ dan mengetahui titik pemesanan kembali bahan baku. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diolah adalah data persediaan bahan baku tahun 2021. Teknik analisis data yang digunakan adalah EOQ, SS, dan ROP. Dapat disimpulkan bahwa pembelian bahan baku rotan besar yang optimal adalah 205 potong, biaya pemesana Rp 65.024, biaya penyimpanan Rp 65.395, total biaya persediaan Rp 130.419,safety stock sebanyak 81 potong dan melakukan Reorder Point saat persediaan berada pada 48 potong. sedangkan pembelian rotan kecil yang optimal adalah 1.131 potong, biaya pemesanan Rp 65.115, biaya penyimpanan Rp 65.032, total biaya persediaan Rp 130.147, safety stock sebanyak 369 potong dan melakukan Reorder point saat persediaan berada pada 216 potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemesanan bahan baku rotan bila dihitung dengan metode EOQ lebih optimal dengan frekuensi pemesanan 13 kali dibandingkan dengan frekuensi pemesanan 4 kali bila dihitung menurut Galery Rotan. Biaya persediaan yang dikeluarkan Galery Rotan. untuk bahan baku rotan bila dihitung dengan metode EOQ dapat menghemat pengeluaran biaya persediaan bahan baku rotan dibandingkan dengan perhitungan pengeluaran Galery Rotan yang selama ini diterapkan.
Copyrights © 2025