Abstrak Penelitian ini mengkaji eksistensi Pikukuh pada komunitas Baduy Tangtu di tengah arus modernisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, penelitian dilakukan di kampung Cibeo, Desa Kanekes, dengan melibatkan 11 informan dari berbagai latar belakang sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pikukuh tetap kokoh sebagai pedoman hidup komunitas Baduy Tangtu melalui tiga mekanisme utama: peran aktif lembaga adat dalam pengawasan dan edukasi, selektivitas dalam menerima pengaruh modernisasi, dan kerjasama strategis dengan pemerintah dalam pelestarian adat. Meskipun menghadapi tantangan seperti masuknya teknologi komunikasi dan perubahan pola konsumsi di kalangan generasi muda, komunitas Baduy Tangtu berhasil mempertahankan esensi Pikukuh melalui adaptasi yang tidak mengorbankan nilai-nilai fundamental. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang ketahanan budaya masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pelestarian budaya tradisional.
Copyrights © 2025