Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance terhadap Turnover Intention dengan Stres Kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan Generasi Z di Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention dan Stres Kerja. Artinya, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi dapat menurunkan tingkat stres kerja serta mengurangi keinginan karyawan untuk keluar dari organisasi. Namun, Stres Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention dan tidak memediasi hubungan antara Work-Life Balance dan Turnover Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh langsung Work-Life Balance terhadap Turnover Intention lebih kuat dibandingkan pengaruh tidak langsungnya. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap stres, serta faktor lain seperti gaji, peluang karier, dan lingkungan kerja turut memengaruhi keputusan mereka untuk tetap bertahan dalam pekerjaan. Kata Kunci: Work-Life Balance, Stres Kerja, Turnover Intention, Generasi Z, Bandar Lampung.
Copyrights © 2025