Latar belakang: Daun bawang batak (Allium chinense G. Don) memiliki manfaat untuk kesehatan mata, meningkatkan kesuburan, mencegah sariawan, menetralisir racun, menyeimbangkan kadar gula darah, membantu mengatasi sembelit, mencegah kanker, serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, dan parasit. Tujuan: untuk mengeksplorasi aktivitas antijamur dari ekstrak etanol daun bawang batak dan menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur. Metode: penelitian eksperimental dengan mengamati variabel bebas berupa ekstrak daun bawang batak dalam berbagai variasi konsentrasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur serta zona hambatnya. Hasil: Diameter zona hambat yang dihasilkan terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif masing-masing adalah 7,73 mm; 8,91 mm; 12,11 mm; dan 16,76 mm. Untuk Malassezia furfur, dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif menunjukkan diameter masing-masing 8,43 mm; 10,15 mm; 13,88 mm; dan 15,38 mm. Sementara itu, DMSO yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Kesimpulkan: bahwa konsentrasi terbaik untuk menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur terbentuk pada perlakuan dengan ekstrak etanol daun bawang batak (Allium chinense G. Don) pada konsentrasi 30%, masing-masing sebesar 12,11 mm dan 13,88 mm dengan kategori kuat.
Copyrights © 2025