Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan strategi komunikasi kampanye sosial yang dilakukan oleh Komunitas Lingkar Cakrawala dalam program “Ekspedisi Penjuru Negeri” di Gili Ketapang. Masalah difokuskan pada rendahnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, pendidikan, dan kesehatan, serta terbatasnya akses literasi dan fasilitas kebersihan di wilayah tersebut. Guna mendekati masalah ini, dipergunakan acuan teori dari model kampanye sosial Ostergaard yang mencakup lima elemen utama, yaitu problem, campaign, attitude, behavior, dan reduced problem. Data-data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan dokumentasi, yang dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye ini mampu membentuk sikap positif, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran pendidikan. Kampanye juga berhasil mengurangi skala persoalan yang ada meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan struktural seperti belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kajian ini menyimpulkan bahwa strategi kampanye sosial yang adaptif, partisipatif, dan berbasis lokal efektif dalam menciptakan perubahan sosial berkelanjutan di daerah pesisir.
Copyrights © 2025