Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan dasar ideologi Pancasila, kerap kali menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan sosial dan keutuhan bangsa. Salah satu tantangan yang masih perlu perhatian serius di era sekarang ini adalah penyebaran paham radikalisme dan ekstrimisme kekerasan. Penyebaran ini telah menyasar seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pada lingkungan perguruan tinggi. Perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai wadah transfer ilmu pengetahuan tetapi juga wadah pembentukan karakter, pengembangan nalar dan pemantapan ideologi kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran perguruan tinggi dalam upaya kontra-radikalisme, peran perguruan tinggi dalam membangun resiliensi mahasiswa terhadap radikalisme, dan menggali faktor penghambat dalam pembentukan resiliensi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan literature review. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam program kontra radikalisasi melalui tiga pilar utama, yaitu penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan; kontra narasi dan pengawasan serta penguatan kelembagaan dan komunitas kampus. Pembentukan resiliensi mahasiswa terhadap radikalisme dapat dilakukan melalui pendekatan kognitif, ideologi, sosial dan emosional. Pembentukan resiliensi ini masih terhambat oleh beberapa faktor yaitu rendahnya literasi, lemahnya identitas nasional, paparan media sosial serta minimnya dukungan lingkungan dan keluarga. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi perlu diperkuat secara holistic agar dapat menciptakan generasi muda yang tangguh secara ideologis dan sosial dalam menghadapi pengaruh paham radikal.
Copyrights © 2025