Pilar Stop buang air besar sembarangan (BABS) dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga menjadi strategi penting dalam mengubah perilaku dan meningkatkan akses ke fasilitas sanitasi. Namun, ketercapaian indikator pada pilar ini belum banyak dikaji pada tingkat komunitas kecil seperti Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian indikator berdasarkan kategori jumlah jiwa tiap RT di Kelurahan Rungkut Menanggal. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari Aplikasi Sayang Warga Surabaya tahun 2023 yang dianalisis secara tabulatif berdasarkan klasifikasi jumlah jiwa (kecil: ≤ 50 jiwa, sedang: 50 – 100, dan besar: > 100 jiwa) terhadap 4 indikator yakni Buang Air Besar di Jamban, Jamban Milik Sendiri, Jamban Kloset Leher Angsa, dan Bangunan Bawah Tangki Septik. Sebagian besar RT telah menunjukkan capaian sempurna pada 3 indikator, sedangkan indikator Jamban Milik Sendiri baru mencapai 94% RT. Selain itu, RT dengan kategori jumlah jiwa kecil dan sedang cenderung belum seluruhnya memiliki jamban milik sendiri, sementara RT dengan kategori jumlah jiwa besar justru telah mencapai seluruh indikator. Temuan ini mengindikasikan bahwa capaian sanitasi tidak hanya dipengaruhi oleh ukuran populasi, tetapi juga oleh faktor pengetahuan dan sikap, persepsi dan norma sosial, serta dalam kasus ini juga dipengaruhi oleh letak spasial geografis.
Copyrights © 2025