Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraud hexagon terhadap fraudulent financial statement pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Fraud hexagon terdiri atas enam elemen, yaitu stimulus (financial target), opportunity (ineffective monitoring), rationalization (change in auditor), capability (change in director), ego (family firms), dan collusion (state-owned enterprises). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 64 perusahaan, menghasilkan 201 data observasi selama tiga tahun. Analisis data dilakukan dengan regresi data panel menggunakan Stata 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel change in director yang berpengaruh negatif signifikan terhadap fraudulent financial statement, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh. Temuan ini mengindikasikan bahwa dari enam elemen fraud hexagon, hanya elemen capability yang terbukti memiliki peran dalam mengurangi potensi kecurangan laporan keuangan di sektor manufaktur.
Copyrights © 2025