Studi ini mengkaji hubungan antara adopsi perbankan hijau dan kinerja keuangan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dengan menggunakan Indeks Risiko Lingkungan (ERI) sebagai variabel mediasi atau moderasi. Tingkat paparan risiko lingkungan dalam portofolio pembiayaan bank diukur dengan Indeks Risiko Lingkungan (ERI). Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial menjadi semakin penting di sektor keuangan, terutama perbankan syariah, yang didasarkan pada aturan-aturan Syariah yang menyeluruh. Teknik kuantitatif studi ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan keberlanjutan tahunan BUS di Indonesia. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hubungan ini akan dimediasi atau dimoderasi oleh ERI; bank dengan ERI yang lebih rendah (risiko lingkungan terkendali) seringkali akan merasakan dampak positif yang lebih besar dari perbankan hijau terhadap laba bersih mereka. Kesimpulan yang diantisipasi dari studi ini meliputi: adopsi perbankan hijau secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan (seperti ROA dan ROE) hingga tingkat tertentu. Studi ini diharapkan dapat memajukan pemahaman tentang perbankan hijau dan perbankan syariah di Indonesia, serta memberikan implikasi yang bermanfaat bagi regulator dan manajemen bank dalam mengembangkan program keberlanjutan yang efektif.
Copyrights © 2025