Dalam industri media, produksi serial saat ini semakin marak dibuat. Dalam bentuk ini memungkinkan dapatmenyampaikan narasi yang lebih mendalam terkait sebuat peristiwa sehingga pesan dapat diterima dengan berkesanoleh audiens. Serial Dahmer – Monster tidak hanya menyajikan sebuah peristiwa mengerikan berdasarkan peristiwanyata, tetapi juga mengundang audiensnya untuk mengetahui latar belakang yang dialami oleh sang penjahat. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mana data berupa kata-kata dangambar yang kemudian dideskripsikan dari aspek tanda semiotika dalam sejumlah adegan tersebut juga ditunjukkanmelalui pesan-pesan yang dimaknai secara semiotik berdasarkan teori Ferdinand de Saussure, penelitian ini bertujuanmenemukan adanya representasi krisis moralitas dalam serial ini. Dengan menelusuri hubungan antara penanda danpetanda dari scene-scene yang ada, penelitian ini menghasilkan petanda dan penanda bahwa krisis moralitasdirepresentasikan melalui series dalam petanda berupa scene (color and light, shot size) dan dialog, serta petandaberupa Jeffrey Dahmer yang kecanduan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang sebagai alat melemahkankorbannya, serta adanya perilaku seksual menyimpang dan menyoroti tentang faktor internal yakni kondisi keluargaJeffrey yang pecah. Kata Kunci-representasi, krisis moral, jeffrey dahmer, semiotika Ferdinand de Saussure
Copyrights © 2024