Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi rantai pemasaran kopi bubuk di Desa Kaongkeongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 pelaku usaha kopi bubuk sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola saluran pemasaran kopi bubuk di lokasi penelitian, yaitu: (1) petani kopi biji → pedagang/pelaku usaha kopi bubuk → konsumen, dan (2) petani kopi biji yang sekaligus pelaku usaha kopi bubuk → konsumen. Pola pertama menghasilkan margin pemasaran sebesar Rp75.000/kg dengan biaya pemasaran Rp40.000/kg dan keuntungan Rp60.000/kg, sedangkan pola kedua menunjukkan margin pemasaran sebesar Rp100.000/kg dengan biaya pemasaran Rp15.000/kg dan keuntungan Rp85.000/kg. Tingkat efisiensi pemasaran (Ep) pada pola pertama sebesar 40% dan pada pola kedua sebesar 15%, yang keduanya tergolong efisien karena berada di bawah ambang batas 50%. Namun, pola kedua dinilai lebih efisien karena melibatkan lebih sedikit lembaga pemasaran dan biaya distribusi yang lebih rendah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola produksi dan pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. .
Copyrights © 2025