Pluralisme adalah kesedian untuk menerima untuk menerima kesediaan keberagaman, seperti pada Tradisi Ketupat Qunutan pada karya Aysia linggarwati yang menyatukan dua budaya antara islam dan budaya jawa. Seni merupaka sebuah wujud yang mampu menggambarkan dunia baru yang lebih kompleks. Nilai estetika dalam karya seni tentu tidak bisa diukur, dikarenakan karya seni memiliki relativitas yang beragam. Kergaman ini dapat dilihat dari beberapa faktor diantaranya faktor budaya, selera, histori, empiris, dan sebagainya. Pengalam estetis tersebut menghasilkan karya seni fotografi dibuat oleh Aysia Linggarwati berjudul “Tradisi Ketupat Qunutan”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek estika dalam wujud visual berdasarkan teori Monroe Beardsley yaitu Unity, Complexity, dan Intensity.
Copyrights © 2024