Penelitian ini menganalisis hubungan spasial dan visual arsitektur Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung terhadap pengalaman spiritual jemaah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan via observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Analisis karakteristik spasial menunjukkan organisasi ruang yang fungsional: lantai dasar terpusat untuk aktivitas non-ibadah, sementara lantai dua adalah ruang ibadah tunggal yang monumental. Namun, terdapat isu sirkulasi di area wudu lantai 1 menuju tangga utama lantai 2, di mana percampuran jalur laki-laki dan perempuan menimbulkan ketidaknyamanan psikologis bagi sebagian jemaah. Secara visual, interior masjid sangat baik dengan mihrab dan mimbar sebagai pusat penekanan spiritual. Penggunaan beragam material pintu dan jendela, plafon tinggi, serta pencahayaan yang disesuaikan menciptakan suasana sakral dan megah. Unsur artistik seperti kaligrafi dan mozaik lafaz "Allah" efektif memperkuat identitas keislaman. Dampaknya, mayoritas jemaah merasakan ketenangan, kekhusyukan, dan fokus ibadah yang tinggi, didukung skala ruang dan pencahayaan. Masjid ini juga berhasil menumbuhkan rasa keterikatan dan identitas yang kuat. Saran utama meliputi optimalisasi sirkulasi di area wudu untuk memisahkan jalur jemaah.
Copyrights © 2025