Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian KH. Misbah Mustofa saat membawa diskursus mengenai bank kedalam penafsiran Q.S Al-Baqarah (2): 275 melalui tinjauan psikoanalisis yang dirumuskan Sigmeund Freud. Metode penelitian umum yang digunakan adalah kualitatif. Sedangkan metode penilitian tafsir yang digunakan adalah al-bahts fi al-rija>l al-tafsi>r atau penelitian tokoh melalui kritik ekstrinsik tafsir. Penelitian ini menggunakan teknik dokumensi yang merupakan bagian dari library research untuk mengumpulkan data-data dan literatur yang sesuai dengan tema. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama: penafsiran KH. Misbah pada Q.S Al-Baqarah (2): 275 memberikan gambaran begitu tegas-nya ia dalam berpendapat terkait kebijakan NU yang menurutnya melanggar syari’at. Kedua: adanya keterpengaruhan KH. Misbah dengan latar belakang sosial-budaya, sosial-politik, sosial-kultural dalam menafsirkan Al-Qur’an. Ketiga: kritik ektrinsik melalui tinjauan psikoanalisis Sigmeund Freud yang terdiri dari id, ego, dan super-ego mampu untuk mengungkapkan integrasi dialektika kepribadian KH. Misbah saat menafsirkan Q.S Al-Baqarah (2): 275. Keempat: penafsiran KH. Misbah pada Q.S Al-Baqarah (2): 275 lebih mengutamakan ego dalam kepribadianya, supaya tidak menyebabkan perpecahan dalam kepengurusan NU tahun 90-an. Hal ini membuktikan bahwa ego dalam kepribadian KH. Misbah mampu mengontrol id dan super-egonya.
Copyrights © 2025