UMKM Royal Jepara menghadapi permasalahan dalam perencanaan produksi yang melibatkan tujuan bertentangan, yaitu memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya bahan baku di tengah keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan produksi optimal menggunakan metode Fuzzy Goal Programming (FGP), yang memadukan pendekatan Goal Programming dan logika fuzzy. Data diperoleh dari laporan penjualan dan penggunaan bahan baku. Peramalan dilakukan menggunakan metode moving average 3 bulan. Model matematis disusun dengan dua fungsi tujuan dan delapan kendala bahan baku. Fungsi keanggotaan fuzzy dibentuk untuk mengukur tingkat pencapaian terhadap target pendapatan minimal dan batas biaya maksimal. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan mencapai Rp 1.917.600.000 dan biaya bahan baku Rp 779.400.000, dengan tingkat kepuasan , yang berarti seluruh tujuan tercapai optimal. FGP terbukti efektif membantu UMKM merencanakan produksi secara efisien dan adaptif terhadap keterbatasan.
Copyrights © 2025