Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain peran sebagai strategi dalam menumbuhkan empati pada anak usia dini. Masalah empati yang belum berkembang optimal pada sebagian anak, seperti sikap egosentris dan kurangnya kepekaan terhadap perasaan teman menjadi latar belakang pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Bermain peran menjadi salah satu pendekatan yang diyakini efektif karena memberi ruang bagi anak untuk memahami perasaan, peran sosial, dan cara berinteraksi secara emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek dua orang guru kelas B dari TK Aulia dan TK Mawar Khatulistiwa yang berlokasi di Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring dan di analisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang bermain peran sebagai kegiatan yang efektif dalam menumbuhkan empati, karena anak dapat belajar mengekspresikan emosi, memahami situasi sosial dan menyelesaikan konflik secara damai. Guru juga memfasilitasi refleksi setelah bermain untuk memperkuat pemahaman anak terhadap nilai-nilai empati. Dengan demikian, bermain peran menjadi strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan karakter dan keterampilan sosial anak usia dini.
Copyrights © 2025