Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan menyeimbangkan pertumbuhan penduduk melalui penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Pada tahun 2022, mayoritas akseptor memilih kontrasepsi suntik (61,9%) dan pil (13,5%), menunjukkan kecenderungan pada metode jangka pendek dibanding Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (Profil Kesehatan Indonesia, 2022). Tujuan: mengetahui hubungan kualitas konseling KB terhadap kepuasan akseptor di Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, tahun 2024. Metode: menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas konseling KB dan kepuasan akseptor (p-value = 0,047). Simpulan: pentingnya kualitas konseling KB agar lebih mengerti kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi yang digunakan
Copyrights © 2025