Perkembangan pesat teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan mengakses informasi, terutama di kalangan remaja dan pelajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu stres, kecemasan, bahkan depresi pada pelajar. Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk. Paparan berita bencana yang lebih tinggi melalui media sosial dikaitkan dengan depresi yang lebih tinggi pada peserta dengan tingkat stres bencana yang tinggi (tetapi tidak rendah). Penelitian ini dilakukan di Balai Kesehatan Deli Husada, Deli Tua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini adalah 206 mahasiswa tahun ketiga (semester enam) Fakultas Kesehatan Masyarakat di Balai Kesehatan Deli Husada, Deli Tua, dengan jumlah sampel 68 orang. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental, dengan nilai p sebesar 0,001. Dengan nilai p < (0,05), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental di Balai Kesehatan Deli Husada Deli Tua tahun 2025. Diharapkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dapat lebih memahami tentang penggunaan media sosial yang tepat.
Copyrights © 2025