Pneumonia ialah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bawah yang bersifat akut pada parenkim paru meliputi alveolus dan jaringan interential yang dikarenakan mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri. Mikroorganisme yang masuk ke saluran pernafasan bagian bawah dapat mengganggu proses pernapasan serta membuat saluran pernapasan tidak berfungsi secara optimal, sehingga proses keluar masuk oksigen juga terhambat dan mengakibatkan gangguan pada pola napas. Beberapa permasalahan lain yang ditimbulkan dari pneumonia seperti adanya penumpukan sputum, otot bantu pernapasan, penurunan ekspansi thoraks dan juga nyeri dada. Dalam perawatanya, tenaga medis berperan dalam pemberian antibiotik selama 8 jam setelah pasien mengalami perawatan serta fisioterapi berperan dalam pemberian intervensi penyinaran Infrared, Chest physiotherapy, dan Myofascial release. Penelitian ini bersifat studi kasus yang mengangkat satu kasus pasien serta mengumpulkan data melalui proses fisioterapi. Intervensi fisioterapi dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan di Rumah Sakit dr. Ario Wirawan, Salatiga dengan menggunakan Infrared, Chest physiotherapy yang meliputi Postural Drainage, Clapping, Vibrasi, Latihan Batuk Efektif, Pursed Lip Breathing dan Myofascial release. Setelah menjalani 4 kali terapi, diperoleh hasil kondisi pasien yang mengalami penurunan nyeri dada, penurunan tingkat sesak napas, peningkatan ekspansi thoraks, berkurangnya spasme otot bantu pernapasan dan retensi sputum.
Copyrights © 2025