ABSTRAKLatar Belakang: Sampah rumah tangga merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi sering kali kurang mendapat perhatian yang serius. Timbulan sampah di Kabupaten Pasaman menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022 sebanyak 44,253.04 ton/tahun, dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 44,884.05 ton/tahun, yang didominasi oleh sampah organik. Pengelolaan sampah masih belum optimal karena kegiatan masih terbatas pada pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pembuangan sampah Rumah Tangga (RT).Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel diambil secara acak (random sampling) terhadap 100 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square (p ≤ 0,05).Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga (p = 0,005; OR = 5,71). Ketersediaan sarana pembuangan sampah juga signifikan (p = 0,0005; OR = 5,902).Kesimpulan: Diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat serta penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai untuk memperbaiki perilaku pembuangan sampah rumah tangga di Bonjol, Kabupaten Pasaman.Kata kunci: Persepsi, ketersediaan sarana, Perilaku pembuangan sampah, rumah tangga.
Copyrights © 2025