Perubahan iklim diprediksi berdampak pada kekeringan dan kesesuaian agroklimat berbagai tanaman pangan termasuk jagung yang merupakan komoditas unggulan di Nusa Tengara Barat (NTB). Namun penelitian tentang hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Paper ini menyajikan hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap kekeringan meteorologis dan kesesuaian agroklimat jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Juli 2014 sampai bulan Januari 2015 dengan menggunakan data hasil downscaling model iklim regional Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM_CSIRO) dengan resolusi 14 km. Hasil downscaling berisi data simulasi dan proyeksi iklim yang kemudian digunakan untuk menghitung luasan kekeringan meteorologis dengan metode Standardized Precipitation Index (SPI) serta kesesuaian agroklimat tanaman jagung di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi variasi perubahan curah hujan pada mid future (2040-2069) dan future (2070-2099), dengan variasi penurunan sekitar 30% - 40% dan kenaikan sekitar 10% - 20%. Sementara itu terjadi peningkatan temperatur sekitar 1,1°C - 1,6°C pada mid future dan 2°C - 3,2°C pada periode future. Kondisi ini akan berdampak pada perubahan luasan wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis pada mid future yaitu wilayah yang sangat kering meningkat 22% - 29,4% sementara itu luas wilayah sangat basah turun sekitar 17,39%. kelas kesesuaian agroklimat untuk tanaman jagung diproyeksikan mengalami penurunan signifikan dengan kesesuaian S1 (sangat sesuai) 5,3%; S3 ( sesuai Marginal) menurun 10,5%; dan klasifikasi N (tidak sesuai ) menurun sekitar 54,7% demikian pula untuk kelas kesesuaian S2 (cukup sesuai) luasannya meningkat tajam sekitar 74,8% pada periode 2040-2069 dan 2070-2099 relatif terhadap baseline 1971-2000
Copyrights © 2015