Latar belakang: Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi menjadi hambatan bagi keberhasilan pengendalian tekanan darah, serta berkontribusi pada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular dan beban pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi. Metode: Studi ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian mencakup seluruh pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Klinik Pratama Polkes 01.10.02 Lubuk Pakam pada tahun 2025, dengan jumlah 95 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pasien hipertensi, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebanyak 65,3% responden diketahui tidak patuh dalam mengonsumsi obat, sedangkan 34,7% responden patuh dalam konsumsi obat. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan yang kurang, jarak tempat tinggal ≥1 km, minimnya dukungan keluarga, lama konsumsi obat, serta tidak adanya paparan edukasi kesehatan terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi obat. Kesimpulan: Kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh aspek pendidikan, pengetahuan, jarak tempat tinggal, dukungan keluarga, durasi konsumsi obat, dan edukasi kesehatan.
Copyrights © 2025