Perkembangan urbanisasi yang pesat di Indonesia telah menyebabkan penurunan kualitas ruang terbuka hijau (RTH), yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Urban farming muncul sebagai solusi inovatif untuk memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan, berkontribusi pada penyediaan pangan lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Ivet di RW 04, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, bertujuan untuk mengoptimalkan urban farming berbasis reboisasi. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), mahasiswa dan masyarakat setempat berkolaborasi dalam merencanakan dan melaksanakan reboisasi serta penanaman tanaman pangan, seperti cabai dan terong, menggunakan teknik pupuk organik. Hasil observasi menunjukkan adanya masalah perawatan lahan dan kurangnya inovasi dalam pengembangan tanaman. Namun, partisipasi aktif warga dalam kegiatan ini menunjukkan potensi keberhasilan program. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program urban farming, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan, ketahanan pangan, dan aspek sosial-ekonomi masyarakat setempat
Copyrights © 2025