Penelitian ini membahas hubungan antara pengaruh sampah rumah tangga yang tidak terkelola terhadap populasi vektor penyakit di lingkungan kota. Sampah rumah tangga yang terdiri dari limbah organik dan anorganik dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, dan tikus, yang berpotensi menyebarkan berbagai penyakit menular. Data nasional menunjukkan bahwa volume sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 33,79 juta ton, dengan lebih dari 50% berasal dari rumah tangga. Pengelolaan sampah yang buruk berdampak negatif terhadap pencemaran air, udara, tanah, serta kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan risiko penyakit menular dan gangguan pernapasan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif melalui partisipasi masyarakat, penerapan teknologi, kebijakan yang mendukung, dan edukasi lingkungan. Program 4R (Reduce, Reuse, Replace, Recycle) dianjurkan sebagai strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Solusi yang diusulkan meliputi pengelolaan sampah yang efisien, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, program daur ulang dan kompos, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat.
Copyrights © 2025