Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, memiliki potensi ekologi dan ekonomi tinggi melalui keberadaan hutan pinus dan komoditas lokal seperti kopi dan kapulaga. Namun, tekanan terhadap kawasan hutan akibat alih fungsi lahan dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan menimbulkan ancaman terhadap kelestarian ekosistem. Agroforestri, sebagai pendekatan integratif antara pertanian dan kehutanan, menawarkan solusi untuk menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan agroforestri berbasis kapulaga di bawah tegakan pinus sebagai strategi pelestarian ekosistem dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara simultan, serta mendukung kebijakan multiusaha kehutanan yang berkelanjutan
Copyrights © 2025