TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
Vol 11, No 1 (2025): TELKA

Analisis Perbandingan Kinerja Sistem Radio Over Fiber dan Free Space Optic Dengan Input Sinyal RF Termodulasi QAM

Ujang, Febrizal (Unknown)
Nugraha, Andhika (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Apr 2025

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan untuk menumpangkan sinyal radio frequency (RF) di atas sinyal optik. Selain dapat ditransmisikan melalui fiber optik, sinyal optik juga dapat ditransmisikan melalui udara bebas yang dikenal dengan sistem Free Space Optic (FSO). Sinyal optik yang ditumpangi oleh sinyal RF dan ditransmisikan melalui serat optik dikenal dengan sistem Radio over Fiber (ROF). Pada sistem ROF, dispersi kromatik fiber menyebabkan terjadinya fluktuasi daya pada sinyal radio frequency (RF) yang diterima. Fluktuasi daya ini menyebabkan kinerja sistem ROF mengalami penurunan yang sangat besar pada panjang fiber tertentu. Pada sistem FSO, sinyal optik mengalami redaman yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Untuk menghindari kesalahan dalam menentukan panjang fiber yang digunakan pada sistem ROF dan jarak antara pemancar dan penerima pada sistem FSO yang dapat mengakibatkan kinerja sistem tidak memenuhi standar sistem komunikasi optik, maka perlu dilakukan pengukuran kinerja dari kedua sistem ini. Kinerja sistem dalam penelitian ini diukur dari nilai Q-factornya. Nilai Q-factor diperoleh dari simulasi menggunakan software OptiSystem. Hasil penelitian ini menunjukkan panjang fiber pada sistem ROF yang perlu dihindari adalah pada panjang fiber 0,9 – 1,3 km, 2,7 – 3,5 km, dan 4,7 – 5 km. Hal ini berlaku pada daya laser 0 maupun 10 dBm. Sedangkan jarak maksimum antara pemancar dan penerima pada sistem FSO  0,5 km saat daya laser sebesar 0 dBm dan 1,6 km pada saat daya laser sebesar 10 dBm. Current technological advances have made it possible to superimpose radio frequency (RF) signals over optical signals. Besides being transmitted through optical fiber, optical signals can also be transmitted through free air known as Free Space Optic (FSO) system. Optical signals that are superimposed by RF signals and transmitted through optical fibers are known as Radio over Fiber (ROF) systems. In ROF systems, fiber chromatic dispersion causes power fluctuations in the received radio frequency (RF) signal. These power fluctuations cause the performance of the ROF system to decrease greatly at certain fiber lengths. In FSO systems, optical signals experience attenuation which is influenced by weather conditions. To avoid errors in determining the length of fiber used in the ROF system and the distance between the transmitter and receiver in the FSO system which can result in system performance not meeting the standards of optical communication systems, it is necessary to measure the performance of these two systems. System performance in this study is measured by the Q-factor value. The Q-factor value is obtained from simulations using OptiSystem software. The results of this study show that the fiber lengths in the ROF system that need to be avoided are at fiber lengths of 0.9 - 1.3 km, 2.7 - 3.5 km, and 4.7 - 5 km. This applies to both 0 and 10 dBm laser power. Meanwhile, the maximum distance between the transmitter and receiver in the FSO system is 0.5 km when the laser power is 0 dBm and 1.6 km when the laser power is 10 dBm.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

TELKA

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering

Description

Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) ...