Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong didirikan sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Bandung, yang saat ini telah mengalami kondisi overload. Namun, pengelolaan sampah di TPST Sentiong masih belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kendala operasional pengelolaan sampah di TPST Sentiong kurang optimal. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini mengevaluasi berbagai aspek yang memengaruhi pengelolaan sampah di TPST Sentiong. Hasil analisis menunjukkan bahwa bottleneck utama terletak pada aspek teknis dengan bobot 0,5579, sementara indeks konsistensi (CI) sebesar 0,0395 dan rasio konsistensi (CR) sebesar 0,0444, menunjukkan bahwa perhitungan matriks telah konsisten. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan mesin secara teratur untuk mengurangi frekuensi mesin trouble dan meningkatkan efisiensi pengeloaan sampah.
Copyrights © 2025