Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan salah satu masalah besar yang berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas setelah kelahiran. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat ruptur perineum yaitu infeksi dan perdarahan. Beberapa faktor maternal penyebab terjadinya ruptur perineum yaitu umur, paritas, dan jarak kelahiran.Tujuan: Mengetahui faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum.Metode: Metode penelitian ini yaitu penelitian cross sectional dan dilaksanakan di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin normal di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2024 sejumlah 240 orang, pengambilan sample dengan teknik total sampling. Data yang di ambil dalam penelitian ini adalah data sekunder, diolah secara univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dan secara bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil analisa bivariat diketahui bahwa dari 210 responden dengan reproduksi sehat terdapat 155 (64,6%) responden mengalami ruptur perineum, dari 158 responden yang multipara terdapat 110 (45,8%) responden mengalami ruptur perineum, dan dari 141 responden dengan jarak kelahiran < 2 tahun terdapat 111 (46,3%) responden mengalami ruptur perineum.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur dan paritas dengan ruptur perineum dengan p-value 0,325 dan 0,217. Terdapat hubungan bermakna antara jarak kelahiran dengan ruptur perineum dengan p-value 0,015.Saran: Diharapkan bidan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan pemeriksaan kehamilan sehingga dapat mendeteksi kelainan pada ibu hamil sejak dini sebagai upaya preventif terjadinya ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci: Maternal, Persalinan, Ruptur Perineum ABSTRACT Background: Perineal rupture is one of the major problems related to morbidity and mortality after childbirth. One of the complications that can occur due to perineal rupture is infection and bleeding. Several maternal factors that cause perineal rupture are age, parity, and birth spacing.Puspose: To determine maternal factors associated with the occurrence of perineal rupture.Method: This research method is cross-sectional research and was conducted at Gunung Sari Health Center, West Lombok Regency. The sample in this study were all mothers who gave birth normally at Gunung Sari Health Center, West Lombok Regency in 2024, totaling 240 people, sampling using total sampling technique. The data taken in this study are secondary data, processed univariately which is presented in the form of a frequency distribution table, and bivariately using the chi square test.Results: The results of the bivariate analysis showed that out of 210 respondents with healthy reproduction, 155 (64.6%) respondents experienced perineal rupture, out of 158 multiparous respondents, 110 (45.8%) respondents experienced perineal rupture, and out of 141 respondents with a birth interval of <2 years, 111 (46.3%) respondents experienced perineal rupture.Conclusion: There was no significant relationship between age and parity and perineal rupture with a p-value of 0.325 and 0.217. There is a significant relationship between birth interval and perineal rupture with a p-value of 0.015.Suggestion: It is hoped that midwives will improve the quality and quantity of pregnancy examination services so that they can detect abnormalities in pregnant women early on as a preventive measure against perineal rupture during normal delivery. Keywords: Childbirth, Maternal, Perineal Rupture
Copyrights © 2025