Bali Medika Jurnal
Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025

Intubasi Endotrakeal dan Sakit Tenggorokan Pasca Operasi: Analisis Cross-Sectional Faktor Risiko pada Anestesi Umum

Dewi, Anggi Gusti (Unknown)
Suandika, Made (Unknown)
Dewi, Feti Kumala (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2025

Abstract

Nyeri tenggorokan pascaoperasi (POST) merupakan komplikasi umum pada 18-65% pasien pasca-intubasi endotrakeal tube (ETT), dengan faktor risiko kritis berupa ukuran ETT, durasi intubasi, dan jenis kelamin perempuan. Studi cross-sectional ini (n=70) di RSUD Kardinah Tegal (Maret-Mei 2024) bertujuan menganalisis hubungan ETT-POST dan mengidentifikasi prediktor dominan melalui consecutive sampling, pengukuran skala Visual Analog Scale (VAS), dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan hubungan signifikan ETT-POST (p=0,003; λ=0,400), dengan 64,3% pasien ETT mengalami POST vs. 0% pada kelompok laryngeal mask airway (LMA). Pasien perempuan dengan ETT ≥7,0mm berisiko 7,2 kali lebih tinggi mengalami POST berat (OR 7,2; 95% CI 2,1-24,3), sementara durasi intubasi <60 menit meningkatkan risiko POST 3,8 kali (OR 3,8; 95% CI 1,5-9,6). Disimpulkan bahwa reduksi ukuran ETT menjadi ≤6,5mm untuk pasien perempuan dan optimalisasi teknik intubasi merupakan strategi pencegahan prioritas di RSUD Kardinah Tegal.   Postoperative sore throat (POST) is a common complication in 18-65% of patients after endotracheal tube (ETT) intubation, with critical risk factors being ETT size, intubation duration, and female gender. This cross-sectional study (n=70) at Kardinah Hospital, Tegal (March-May 2024) aimed to analyze the relationship between ETT and POST and identify dominant predictors through consecutive sampling, Visual Analog Scale (VAS) measurements, and ordinal logistic regression analysis. The results showed a significant association between ETT and POST (p=0.003; λ=0.400), with 64.3% of ETT patients experiencing POST compared to 0% in the laryngeal mask airway (LMA) group. Female patients with an ETT ≥7.0 mm had a 7.2-fold higher risk of severe POST (OR 7.2; 95% CI 2.1-24.3), while intubation duration <60 minutes increased the risk of POST 3.8-fold (OR 3.8; 95% CI 1.5-9.6). It was concluded that reducing the ETT size to ≤6.5 mm for female patients and optimizing intubation technique are priority prevention strategies in regional hospitals.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

bmj

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ...