Penelitian ini berjudul, “Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Pelanggaran Tata Tertib Pada Siswa Di SMP Negeri 5 Tanjung Balai” yang dilatarbelakangi ingin mengetahui peran guru BK dalam mengatasi pelanggaran tata tertib siswa. Tujuannya adalah untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh siswa sehingga dapat menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif, teratur dan terarah. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatakan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru BK, dan 5 Siswa SMP Negeri 5 Tanjung Balai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwasanya : 1) Bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib yang terjadi SMP Negeri 5 Tanjung Balai adalah siswa datang terlambat ke sekolah dan tidak lengkap memakai atribut sekolah yang telah ditetapkan. 2) Faktor yang menyebabkan siswa melakukan pelanggaran disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini meliputi kurangnya motivasi siswa dan rasa malas yang ada dalam diri. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, teman sebaya dan Masyarakat. 3) Upaya yang dilakukan guru BK dalam mengatasi pelanggaran tata tertib adalah dengan menyelenggarakan layanan bimbingan konseling kepada siswa. Salah satu layanan yang diterapkan adalah konseling individu. Guru BK juga menerapkan sanksi berupa poin, apabila siswa telah mencapai poin tertentu maka siswa mendapatkan Surat Peringatan.
Copyrights © 2025