Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu danau prioritas nasional yang mengalami kerusakan ekosistem akibat pertumbuhan Eceng gondok yang tidak terkendali. Eceng gondok selama ini dianggap sebagai gulma perairan karena menutupi permukaan air dan mengganggu kualitas lingkungan. Namun, di sisi lain, tanaman ini memiliki potensi besar jika dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar Rawa Pening melalui pemanfaatan Eceng gondok sebagai sumber energi alternatif dan bahan baku produk ekonomi kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan komunitas, serta studi literatur guna mendukung penguatan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam membentuk komunitas pengrajin, produksi biogas, dan pengolahan Eceng gondok menjadi kerajinan tangan, pakan ternak, pupuk organik, serta media bioremediasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penghasilan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan solidaritas sosial serta pengurangan tekanan ekologis di kawasan danau. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terciptanya model pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Kesimpulannya, revitalisasi Rawa Pening tidak hanya memulihkan fungsi ekologis danau, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan inklusif berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2025