Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Kepatuhan yang rendah dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan tingkat kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada pasien lanjut usia di Puskesmas Rensing serta hubungan antara keduanya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 responden lansia hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola pengobatan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien menggunakan kombinasi ≥3 obat antihipertensi (8,1%), diikuti monoterapi (56,7%) dan kombinasi 2 obat (35,1%). Tingkat kepatuhan pasien didominasi kategori sedang (56,7%). Terdapat hubungan bermakna antara jenis terapi, frekuensi konsumsi obat, lama pemakaian, dan jenis obat dengan tingkat kepatuhan pasien (p < 0,05). Sedangkan penghentian konsumsi obat tanpa konsultasi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap pola konsumsi obat antihipertensi pada lansia untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Copyrights © 2025