Usaha mikro, kecil, dan menengah memegang peranan yang krusial dalam perekonomian Indonesia, dalam hal ini penerapan metode Activity Based Costing pada UMKM khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Activity Based Costing (ABC) dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) pada UMKM Tenun Dina yang berlokasi di Kelurahan Ntobo Kota Bima. UMKM Tenun Dina masih menggunakan metode traditional costing yang membagi total biaya secara merata, tanpa mempertimbangkan aktivitas riil dalam proses produksi. Pendekatan ini seringkali menghasilkan angka yang kurang akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini menemukan bahwa metode ABC memberikan hasil yang lebih akurat dan mencerminkan biaya produksi secara lebih tepat yaitu sebesar Rp345.300 per unit. Sementara itu, metode tradisional hanya menghasilkan HPP sebesar Rp292.000 per unit karena tidak mencakup seluruh komponen biaya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABC lebih efektif dalam menggambarkan kondisi biaya sebenarnya.
Copyrights © 2025