Film adalah media yang dapat merepresentasikan berbagai realitas sosial, termasuk isu-isu feminisme. The Woman King (2022) merupakan film yang mengangkat kisah perjuangan pasukan perempuan Agojie dalam melawan kolonialisme dan budaya patriarki di Afrika pada abad ke-17 hingga ke-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana feminisme direpresentasikan dalam film The Woman King menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis tanda yang mencakup representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menampilkan representasi feminisme melalui karakter Nanisca dan pasukan Agojie yang berjuang melawan ketidaksetaraan gender dan eksploitasi perempuan. Film ini juga menggambarkan perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk militer, politik, dan sosial. Dengan demikian, The Woman King dapat dikatakan sebagai representasi feminisme liberal yang menekankan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan.
Copyrights © 2025