Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALYSIS OF FOLLOWERS' RECEPTIONS ON SEXUAL HEALTH MESSAGES ON THE INSTAGRAM ACCOUNT @CATWOMANIZER Alifia Rahman, Jasmine Zaffira; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol. 9 No. 1 (2025): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i1.65197

Abstract

This research aims to analyze followers' reception of sexual health messages conveyed by the Instagram account @catwomanizer. This research uses descriptive qualitative methods with Stuart Hall's reception theory approach, identifying three categories of reception, namely: dominant, negotiation, and opposition. The majority of followers are in a dominant position, receiving sexual health education messages positively and using them to increase awareness of reproductive health. Meanwhile, some followers are in a position of negotiation and opposition, rejecting or adapting the meaning of the message. Followers interpret and receive messages differently between individuals, influenced by several factors such as environment, work profession, educational background, gender, and personal experience. The research results show that social media is effective as a means of sexual health education, although challenges related to conservative social norms still exist.
Analisis Framing Pemberitaan tentang Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pemilihan Kepala Daerah pada Tahun 2024 di Media Online Sindonews.com dan Antaranews.com Dian Putrananda; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.67540

Abstract

Media massa telah mengalami perubahan yang pesat seiring berkembangnya zaman.Perubahan tersebut ditandai dengan adanya digitalisasi media yang semakin marak di eramodern ini. Perilaku masyarakat yang seiring berubah karena adannya digitalisasi mendorongpara pemilik media untuk menyajikan data-data atau berita yang aktual maupun faktual hanyadalam hitungan menit. Kepemilikan media yang sangat berbeda dapat menimbulkan suatuperbedaan pembingkaian terhadap suatu informasi, seperti yang dilakukan mediaSindonews.com dan Antaranews.com merupakan kedua media yang saling berlombamemberikan informasi aktual. Informasi yang diberitakan tidak lepas dari sebuah bingkai atauframing dengan tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan kepemilikan media masing-masing.Pemberitaan tentang putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pemilihan Kepala Daerah padatahun 2024 telah membuat penulis tertarik melakukan penelitian dikarenakan ingin mengetahuibagaimana kedua media mainstream atau konvensional tersebut melakukan pembingkaianterhadap suatu isu.Jenis penelitian ini menggunakan metode analisis framing dan pendekatan kualitatif,penelitian ini mengkaji bagaimana kedua media menyajikan berita dan membingkai isu putusanMahkamah Konstitusi yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah. Subjek yangakan diteliti adalah Sindonews.com dan Antaranews.com, sedangkan objek penelitiannyaadalah artikel berita-berita yang memuat tentang keputusan Mahkamah Konstitusi dalamPemilihan Kepala Daerah tahun 2024. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian iniadalah menggunakan dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalampenelitian ini menggunakan analisis framing model Pan dan Kosicki.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sindonews.com lebih menonjolkan dinamikapolitik dan implikasi langsung putusan MK terhadap calon dan strategi partai dengan gayapemberitaan kritis dan sensasional, serta berperan sebagai pengawas terhadap kekuasaan.Sementara itu, Antaranews.com lebih menekankan pada implikasi hukum, respon berbagaipihak, dan potensi dampak putusan terhadap kepercayaan publik dan partisipasi politik, dengansikap yang cenderung menjaga stabilitas politik dan mendukung kepentingan pemilik media.Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran media daring dalam membentukopini publik dan dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024.
REPRESENTASI FEMINISME DI AFRIKA PADA ABAD 17 DALAM FILM “THE WOMAN KING” Mohamad Rizal Ramadhana; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71509

Abstract

Film adalah media yang dapat merepresentasikan berbagai realitas sosial, termasuk isu-isu feminisme. The Woman King (2022) merupakan film yang mengangkat kisah perjuangan pasukan perempuan Agojie dalam melawan kolonialisme dan budaya patriarki di Afrika pada abad ke-17 hingga ke-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana feminisme direpresentasikan dalam film The Woman King menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis tanda yang mencakup representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menampilkan representasi feminisme melalui karakter Nanisca dan pasukan Agojie yang berjuang melawan ketidaksetaraan gender dan eksploitasi perempuan. Film ini juga menggambarkan perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk militer, politik, dan sosial. Dengan demikian, The Woman King dapat dikatakan sebagai representasi feminisme liberal yang menekankan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan.
REPRESENTASI KONFLIK KOMUNIKASI KELUARGA MUDA DALAM FILM DUA HATI BIRU Andhini Okta Prasetya Rachmah; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konflik komunikasi dalam keluarga yang ditampilkan dalam film Dua Hati Biru (2024) karya Gina S. Noer, dengan fokus pada dinamika relasi antaranggota keluarga yang dipengaruhi oleh faktor budaya, perbedaan nilai, dan ekspektasi peran dalam struktur patriarkal. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, penelitian ini menelusuri bagaimana simbol, ekspresi, dan gestur visual digunakan untuk merepresentasikan ketegangan komunikasi antara tokoh utama, serta bagaimana konflik tersebut mencerminkan realitas sosial masyarakat urban Indonesia yang tengah mengalami pergeseran nilai dalam institusi keluarga. Temuan menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menampilkan konflik sebagai perbedaan pendapat semata, melainkan sebagai bentuk kegagalan komunikasi emosional yang berakar pada kurangnya keterbukaan, dominasi peran gender, dan trauma antar generasi. Dengan demikian, film Dua Hati Biru berfungsi sebagai cermin sosial yang merepresentasikan kompleksitas komunikasi keluarga modern yang sarat akan beban emosional, ketidakseimbangan peran, dan kebutuhan akan rekonsiliasi antaranggota keluarga.
ANALISIS SEMIOTIKA FASHION HIJAB MODERN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (KAJIAN PADA INLUENCER HIJAB FIRA ASSEGAF @SASHFIR): Nur Rahma Alfattianis; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72388

Abstract

Penelitian ini membahas representasi dalam modernitas fashion hijab di media sosial Instagram dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus utama kajian ini adalah pada akun influencer hijab Indonesia, khususnya @sashfir (Fira Assegaf), yang secara aktif menampilkan konten gaya busana hijab modern. mengetahui Fashion hijab modern yang direpresentasikan melalui konten media sosial Instagram dalam modernitas Fashion hijab  oleh Inluencer hijab Indonesia Fira Assegaf.. Pendekata penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Penelitian ini dengan paradigma konstruktivisme, serta metode analisis semiotika model Peirce yang membagi tanda menjadi Sign (tanda), objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion hijab modern yang ditampilkan oleh influencer mencerminkan transformasi makna hijab dari simbol religius menjadi bentuk ekspresi gaya hidup, estetika, dan identitas personal. Melalui pendekatan ini, hijab menjadi media komunikasi nonverbal yang memperkuat identitas dan budaya populer di kalangan perempuan Muslim muda.
ANALISIS IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA PENCAPAIAN MUTU PENYAJIAN KONTEN CYBER RELIGION: (Studi Kasus pada media Progresif TV Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo) Moch Ues Al Karoni; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.72667

Abstract

Digitalisasi teknologi dan informasi merupakan salah satu bentuk perkembangan zaman saat ini. salah satunya adalah pertumbuhan masyarakat di media sosial dalam sektor dakwah digital.Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana Implementasi unsur Total Quality Manajemen (TQM) dalam produksi Konten Edukasi Religi (Cyber religion) yang optimal untuk pencapaian mutu penyajian konten religi dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung, penghambat implementasi unsur Total Quality Manajemen (TQM) dalam produksi Konten Edukasi Religi. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan Kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, teknik dokumentasi. Data yang diperoleh mengenai implemtasi Total Quality Management pada pencapaian mutu penyajian konten edukasi diolah menggunakan teori TQM. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Progresif TV telah melaksanakan unsur-unsur Utama Total Quality Manajemen berupa, pertama meningkatakan kepuasan audience dengan memperkuat sumber daya manusia dan prasarana,kedua, memberikan kelonggaran audience dalam menyampaikan ketidakpuasan melalui direct message, Obsesi pada kualitas konten dengan cara menyajikan konten dakwah yang mudah diterima oleh masyarakat,ketiga, ketercapaian visi misi dengan cara menjaga konsistensi dalam menyajikan konten edukasi religi,keempat, Menjaga komitmen jangka Panjang, dengan ini Progresif TV berkomitmen untuk menjadikan sebuah media yang digemari masyrakat dengan menyajikan konten yang berkualitas. kelima, perbaikan berkesinambungan, yang mana progresif TV menerapkan alur proses produksi sesuai system dan terjadwal menggunakan siklus praproduksi, produksi dan pasca produksi.
The Akar Permasalahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Putri Aisyiyah Rachma Dewi
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On August 31, 2021 the Ministry of Research, Technology, Education and Culture (Kemristekdikbud) issued Ministerial Regulation No. 30 of 2022 which regulates the prevention and handling of sexual violence in higher education settings in Indonesia. This policy is a new hope for tertiary institutions, which are known as institutions with the highest rates of sexual violence compared to educational institutions at other levels (TK-SMA). In reality on the ground, one year after the Minister of Education and Culture was passed, there are many dynamics and obstacles faced by campuses in enforcing the rules. This paper is intended as a study that will be able to unravel the roots of sexual violence in tertiary institutions and how to deal with it, so that it can be a contribution of thought for one year's evaluation after Permendikbud No. 30 of 2021 is enacted. This research uses case study method. Data were obtained through in-depth interviews, documents, and field observations during September 2022. The results showed that Permendikbud No 30/2021 was not effective enough in resolving cases of sexual violence that occurred, due to several obstacles. In this study, it was found that there were at least 2 obstacles, namely the misogynistic culture which is still deeply rooted in the campus environment. Second, power relations and weak bargaining values.
PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI PEREMPUAN DESA MELALUI PROGRAM LIFE SKILL BERBASIS KOMUNITAS Sjafiatul Mardliyah; Yeni Anistyasari; Putri Aisyiyah Rachma Dewi; Ali Yusuf; Muhammad Turhan Yani; Oce Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5578

Abstract

Kesenjangan ekonomi di wilayah perdesaan Indonesia menempatkan perempuan desa pada posisi yang rentan. Artikel ini menjelaskan upaya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan melalui pelatihan pembuatan kue kering berbasis komunitas di Desa Kemodo Utara Dukuhmojo, Kabupaten Jombang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Peserta terdiri atas sepuluh perempuan berusia 40–55 tahun yang sebagian besar berperan sebagai ibu rumah tangga dan kepala keluarga. Kegiatan dilakukan dalam tiga pertemuan pada bulan Maret 2025 dengan fokus pada produk pastel kering, nastar, dan kue cokelat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta dalam produksi kue kering, pengemasan, dan simulasi pemasaran. Peserta memperoleh kesadaran ekonomi baru mengenai potensi usaha kuliner sebagai sumber pendapatan keluarga. Solidaritas sosial tumbuh melalui kerja kelompok, refleksi bersama, dan inisiatif pembentukan usaha mikro berbasis komunitas. Inisiatif berkelanjutan muncul berupa rencana partisipasi bazar Ramadan dan pendirian koperasi perempuan. Perubahan terlihat pada peningkatan kepercayaan diri, motivasi berwirausaha, dan kemampuan mengambil keputusan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan kue kering berfungsi sebagai strategi efektif pemberdayaan perempuan desa karena mampu mengintegrasikan aspek keterampilan, kesadaran kritis, solidaritas sosial, dan inisiatif mandiri. Model ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur pemberdayaan berbasis komunitas serta menawarkan praktik nyata untuk mengatasi keterbatasan ekonomi perempuan desa di Indonesia.